Home / Berita Umum / Warga Pekalongan Digemparkan dengan Aksi Percobaan Bunuh Diri Seorang Wanita

Warga Pekalongan Digemparkan dengan Aksi Percobaan Bunuh Diri Seorang Wanita

Warga Pekalongan Digemparkan dengan Aksi Percobaan Bunuh Diri Seorang Wanita – Masyarakat Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, Senin (15/4) malam, di gemparkan dengan tindakan nekat eksperimen bunuh diri satu diantara masyarakatnya. Sumini alias Sumiyati (56) masyarakat RT 02/10, Panjang Baru, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan nekat memanjat tower air setinggi 10 mtr..

Tindakan nekat kemauan bunuh diri ini didapati masyarakat seputar jam 19.00. Masyarakat tahu aktor telah ada di tower. Sumiyati coba melonjak dari ketinggian tower seinggi 10 mtr. yang ada di tengahnya pemukiman masyarakat.

Usaha bunuh diri dari wanita ini langsung diadukan ke polisi. Team kombinasi dari SAR, PMI, Satpol PP, TNI serta Polri langsung ke arah ke tempat untuk lakukan evakuasi.
Beberapa godaan serta rayuan tidak membuat, Sumiyati bergerak. Hampir 3 jam Sumiyati ada diatas tower air perkampungan ditempat.

Masyarakat yang tahu kebiasaanya lalu tawarkan mi rebus kepadanya. Tetapi Sumiyati masih belum bergerak turun. Petugas juga merayunya akan dibuatkan mi rebus jika bersedia turun.

Masyarakat yang ada dibawah selalu berteriak tawarkan mi rebus. Pada akhirnya Sumayati sukses dievakuasi petugas kombinasi.

Zaenal Arifin, Lurah Panjang Baru menerangkan, Sumiyati memanjat dari jam 19.00 WIB serta sukses di turunkan jam 22.00 WIB.

“Ia alami masalah jiwa, tetapi eksperimen bunuh diri ini baru kesempatan ini dikerjakan,” tuturnya.

Menurut Zaenal Arifin, Sumiyati hidup sendiri. Suaminya melaut. Sedang anak-anaknya kerja.

“Masalah jiwanya telah lama. Dahulu sempat menjatuhkan diri serta baru dari tower kesempatan ini,” tuturnya.

Selain itu, Camat Pekalongon Utara, Yose Rosyidi menjelaskan Sumiyati awal mulanya sempat keuar masuk rumah sakit jiwa di Pekalongan bahkan juga sempat dirawat di Semarang.

Selesai sukses diturunan dari tower, Sumiyati juga masih tetap berteriak-teriak tidak mau dimasukan ke mobil punya Satpol PP. Sumiyati langsung dibawa ke Rumah Perlindungan Sosial Berbasiskan Penduduk (RPSBM) Kota Pekalongan.

“Sebab keluarga tidak ada di tempat, petugas membawanya ke RPSBM Kota Pekalongan untuk perlakuan selanjutnya,” tuturnya.

About admin