Home / indonesia / Usia Porduktif Terancam Sampai 2020 Usai Tambah Jumlah Produksi Rokok

Usia Porduktif Terancam Sampai 2020 Usai Tambah Jumlah Produksi Rokok

Di berbagai negara termasuk Indonesia, produksi rokok memang sudah mulai dikurangi dann dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi rokor karena sudah jelas-jelas dapat enimbulkan banyak penyakit bagi si perokok. Di Indonesia sendiri, justru malah menambah jumlah produksi sehingga pemerintah menegaskan akan mengurangi usia produktif rokok.

Saleh Husin selaku Menteri Perindustrian diimbau untuk segera mencabut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 63/M-IND/PER/8/2015 mengenai Peta Jalan Produksi Industri Hasil Tembakau tahun 2015 sampai tahun 2020 mendatang.

Hal ini terjadi karena, peraturan ini dianggap bisa mengancam kualitas tenaga kerja produktif Indonesia di tahun 2020 esok. Berdasar dari peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan ini, pm Indonesia berniat untuk menambah jumlah batas produksi rokok setiap tahunnya menjadi sebanyak 5-7 persen sampai tahun 2020 nanti.

Di tahun 2020 mendatang, target jumlah rokok yang dibuat di Indonesia dapat tembus di angka 524,2 miliar batang atau dua kali lipat dari jumlah yang dibuat pada tahun 2015 ini. “Itu adalah jumlah yang sangat besar. Kalau dibagi dengan total jumlah warga Indonesia, berarti setiap orang dari bayi sampai warga lansia bisa untuk menghisap 45 batang rokok per harinya. Nyaris sampai 4 bungkus,” kata Hery Chariansyah selaku Direktur Raya Indonesia di Jakarta, hari Selasa (5/1/2016) kemarin.

About admin