Home / indonesia / Kelompok 85: Merangkap Jabatan Tak Dilarang Dalam Statuta l Sepakbola

Kelompok 85: Merangkap Jabatan Tak Dilarang Dalam Statuta l Sepakbola

Kelompok 85: Merangkap Jabatan Tak Dilarang Dalam Statuta l Sepakbola Pada 10 November mendatang, PSSI akan mengadakan pemilihan Ketua Umum PSSI yang baru. Namun dari sembilan calon ketua umum PSSI, ada beberapa calon yang merangkap jabatan.

Salah satunya adalah Letjen Edy Rahmayadi yang menjabat sebagai Pangkostrad (Panglima Cadangan Komando Strategis Angkatan Darat) dan Eddy Rumpoko yang menjabat sebagai Walikota Batu.

Menpora Imam Nahrawi pernah menghimbau agar ketua umum PSSI tidak merangkap jabatan. Hal ini dilakukan agar ketua umum yang baru dapat lebih fokus mengurus cabang olahraganya masing – masing.

Dilansir dari Detik.com, kelompok 85 mnegatakan bahwa tidak ada aturan yang menegaskan ketua umum PSSI tidak boleh merangkap jabatan.

“Di statuta FIFA dan PSSI dijelaskan bahwa untuk menjadi ketua umum PSSI adalah WNI (Warga Negara Indonesia), lalu memiliki pengalaman sepakbola selama lima tahun, berumur 30 tahun dan tidak pernah terlibat tindak pidana apapun, serta memiliki surat keterangan tidak pernah melakukan tindak pidana apapun dari Pengadilan Negeri setempat dan SKCK dari Kepolisian”, ujar juru bicara k-85 GH Sutedjo kepada Detiksport.

“Jadi tidak ada larangan menjadi ketua umum PSSI merangkap jabatan pemerintah. Karena ketua umum PSSI itu bukan jabatan politik. TNI tidak boleh merangkap jabatan yang bersifat politik, contohnya Letkol Agus Harimurti Yudhoyono ketika mau menjadi calon Gubernur DKI Jakarta harus mundur dari TNI. Sedangkan ketua umum PSSI adalah jabatan olahraga, itu bedanya”. Lanjut GH Sutedjo.

About admin