Home / Uncategorized / Kekayaan Auditor BPK yang Ditangkap KPK

Kekayaan Auditor BPK yang Ditangkap KPK

Kekayaan Auditor BPK yang Ditangkap KPK – Petinggi eselon I Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Rochmadi Saptogiri yang di tangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memperbaharui laporan harta kekayaannya pada KPK.

Ia paling akhir memberikan laporan harta kekayaan pada 2014.

Berdasar pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Rochmadi di website acch. kpk. go. id, keseluruhan harta kekayaan yang dilaporkan th. 2014 yaitu Rp 2. 463. 036. 234 serta 4. 610 dollar AS.

Waktu itu, Rochmadi menjabat sebagai Kepala Biro Tehnologi Info BPK RI.

Kekayaan Rochmadi untuk harta tidak bergerak mencakup tanah serta bangunan keseluruhan sejumlah Rp 809. 900. 000, diantaranya tanah serta bangunan seluas 3. 000 mtr. per sisi serta 100 mtr. per sisi di Kabupatem Karanganyar.

(baca : Jadi Tersangka OTT KPK, Petinggi serta Auditor BPK Dibebastugaskan)

Aset itu dimaksud datang dari hasil sendiri serta warisan perolehan th. 1998 s/d 2010.

Untuk harta tidak bergerak berbentuk alat transportasi serta mesin yang lain, nilai keseluruhan harta yang dilaporkan Rp 309. 000. 000.

Untuk harta bergerak, Rochmadi miliki keseluruhan kekayaan Rp 128. 875. 000, salah satunya logam mulia yang dimaksud datang dari hasil sendiri perolehan th. 2008 s/d 2013.

Sedang kekayaan berbentuk giro serta kas, keseluruhan yang dia punyai Rp 1. 260. 223. 317 serta 4. 610 dollar AS.

(baca : Pemerintah Dukung KPK Ungkap Kongkalikong BPK dengan Kemendes PDTT)

Hingga keseluruhan harta kekayaan yang ia punyai yaitu Rp 2. 507. 998. 317 serta 4. 610 US dollar.

Tetapi, sesudah dikurangi hutang Rp 44. 962. 083, kekayaannya sebesar Rp 2. 463. 036. 234 serta 4. 610 US dollar.

Rochmadi jadi satu diantara empat tersangka yang diputuskan KPK dalam masalah suap berkaitan neraca keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Ketinggalan serta Transmigrasi (PDTT).

Tersangka yang lain yaitu Auditor BPK Ali Sadli, petinggi eselon III Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo serta Irjen Kemendes PDTT Sugito.

Rochmadi serta Ali Sadli disangka terima suap dari Sugito serta Jarot Budi Prabowo sebagai pelicin untuk berikan opini warjar tanpa ada pengecualian (WTP) atas neraca keuangan Kemendes PDTT th. aturan 2016.

About admin