Home / indonesia / Kapolri Tidak Tanggapi Kasus Komnas HAM |Peristiwa

Kapolri Tidak Tanggapi Kasus Komnas HAM |Peristiwa

Kapolri Tidak Tanggapi Kasus Komnas HAM |Peristiwa, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tak menggubris lembaganya dinamakan paling tidak sedikit melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut Kapolri, telah ada aturan dan mekanisme kepolisian dalam menjalankan tugasnya, contohnya di dalam menangani tindakan demonstrasi.

“Oh nggak apa-apa. Itu kan biasa kan ada persepsi yang tidak sama. Di kepolisian itu ada 7 perbuatan kepolisian mulai sejak dari kedatangan polisi berseragam, setelah itu memanfaatkan tangan kosong seterusnya memakai media. Selanjutnya kepada level ke 5 itu memakai water canon, gas air mata, memanfaatkan pentungan. Level ke 6 itu mengunakan senjata api,” tutur Kapolri di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (11/12).

Kapolri meneruskan, dengan cara universal seluruhnya kepolisian didunia miliki langkah-langkah aksi kepolisian seperti itu. Di dalam UU Nomor 9 Tahun 1989 menyangkut penyampaian pernyataan di muka umum, polisi bakal membubarkan perbuatan unjuk rasa kalau diawal mulanya tak ada pemberiahuan.

“Nah pembubaran itu mulai sejak dari yang level 1 dapat hingga terhadap level ke 6. Namun sangat sering kita pakai hingga level ke 5. Seperti tempo hari contohnya tepat yang tanggal 1 Desember, itu kan dianggap melanggar HAM. Padahal unjuk rasanya kan itu tak ada pemberitahuan, nah polisi mempunyai hak membubarkan,” terang Kapolri.

About admin