Home / Berita Umum / Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) Boeing 737 MAX 8 Telah Diterbitkan

Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) Boeing 737 MAX 8 Telah Diterbitkan

Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) Boeing 737 MAX 8 Telah Diterbitkan – Pelaksana Pekerjaan Direktur Jenderal Perhubungan Hawa Kementerian Perhubungan, M. Pramintohadi Sukarno menjelaskan jika pihaknya sudah terima info dari Boeing Co. mengenai sudah diterbitkannya Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) atau buletin keamanan untuk kru pesawat di semua maskapai yang memakai pesawat Boeing 737 MAX 8.

Buletin bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018 ini berisi aksi yang perlu dikerjakan oleh penerbang waktu alami keadaan spesifik yang disangka dikarenakan terdapatnya erroneous input pada Angle of Attack (AoA) Censor.

Di FCOM, pihak Boeing Co. mengatakan jika latar belakang diterbitkannya FCOM ialah berdasar pada info yang selama ini telah didapat dari peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang. Pramintohadi menuturkan jika panduan yang dikeluarkan ini adalah up-date dari panduan yang sudah ada awal mulanya.
Pramintohadi menuturkan jika dalam FCOM itu memang dilandasi oleh data-data yang didapat dari investigasi yang dikerjakan oleh KNKT di mana NTSB Amerika Serikat dan Boeing menjadi pabrikan ikut ikut serta. Pramintohadi ikut menuturkan jika satu hari awal mulanya Ditjen Perhubungan Hawa sudah berkomunikasi dengan perwakilan FAA di Singapura berkaitan dengan gagasan penerbitan FCOM ini.

Lewat teleconference yang dikerjakan oleh Ditjen Hubud serta FAA tempo hari, FAA ikut mengemukakan jika keluarnya FCOM itu dibarengi dengan Emergency Airworthiness Directive (AD #: 2018-23-51) the International Community atau CANIC, menjadi konfirmasi dari FAA pada regulator di negara pabrikannya.

“Dalam CANIC dijelaskan jika penerbitan FCOM dilatarbelakangi info yang selama ini telah didapat dari peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Serta kami sudah terima konfirmasi pagi barusan jika emergency AD sudah diedarkan. Ditjen hubud akan pelajari serta mengevaluasi emergency AD disebut. Kami akan selalu berkomunikasi serta bekerjasama dengan beberapa pihak berkaitan terutamanya dengan KNKT supaya tiap-tiap info baru yang muncul proses dari investigasi kecelakaan JT610 langsung dapat dilakukan tindakan dengan beberapa langkah preventif,” papar Pramintohadi dalam keterangannya, Jumat (9/11/2018).

About admin