Home / Berita Umum / Cabuli 9 Siswi SD di Kelas, Guru Agama BS Terancam 15 Tahun Bui

Cabuli 9 Siswi SD di Kelas, Guru Agama BS Terancam 15 Tahun Bui

Cabuli 9 Siswi SD di Kelas, Guru Agama BS Terancam 15 Tahun Bui – BS (57) , guru agama suatu SD negeri di Kota Bangun, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, jadi terduga lantaran mencabuli beberapa siswinya dalam kelas. BS menyatakan cuma iseng.

” Sesaat sich pengakuannya sekadar iseng saja, ” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Harapan kala dihubungi melalui telpon, Senin (25/2/2019) .

BS dikira udah mengerjakan tindakan bejatnya ini sejak mulai 2018 waktu lalu. Modusnya, banyak siswi ia panggil ke depan kelas kala jam pelajaran kemudian ia pangku. BS lantas lakukan perbuatan cabul pada korban.

” Bila dari info anak-anak sebagian orang diberikan lihat film-film telanjang, ” pungkasnya.

Banyak korban tidak dapat menantang kala dicabuli oleh guru agama BS, orang yg selayaknya buat perlindungan mereka. BS nyata-nyatanya mengintimidasi banyak korban biar tak memberi kabar tindakan cabul itu pada siapa-siapa saja.

” Bila tak dituruti tak kan dikasih nilai agama. Bila beri tahu ke orang-tua ikut gak diberikan nilai, ” kata AKP Damus.

Perkara ini sendiri dapat tersingkap atas ada salah seseorang siswi yg melapor terhadap orang tuanya. Orang-tua siswi itu lantas memberi kabar ke orang-tua murid yang lain apa anak mereka sempat dicabuli pemeran. Beberapa siswi lantas mengamini. Banyak orang-tua ini lantas mendatangi rumah kepala sekolah serta memohon masalah ini diusut.

Kepala sekolah sehabis mengerjakan pemanggilan mengemukakan, BS tak mengaku tingkah lakunya. Banyak orang-tua ini terus memberikan laporan perkara ini ke Polsek Kota Bangun. Polisi lantas mendatangi rumah serta tangkap BS. Beberapa barang untuk bukti diambil dari pemeran serta korban. Kala dikontrol, BS mengaku tingkah lakunya mencabuli pemeran.

AKP Damus mengatakan, pihaknya tetap senantiasa meningkatkan perkara ini. Polisi tetap memahami adakah siswi yang lain yg jadi korban.

BS sekarang mendekam di area tahanan Polres Kukar. Ia dijaring clausal 287 KUHP serta clausal 76e junto clausal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak dengan ultimatum maksimum 15 tahun penjara.

” Kita ikut kedepannya pengin undang psikiater buat periksa apa ia ada problem jiwa. Terduga ini udah berusia ikut, ” kata AKP Damus.

About admin