Home / indonesia / Berburu Gerhana Telah Menjadi Tradisi Semenjak 1851

Berburu Gerhana Telah Menjadi Tradisi Semenjak 1851

Kota-kota yang nantinya bakal dilintasi gerhana matahari total 9 Maret 2016 mendatang mulai kewalahan menampung para wisatawan yang datang hingga rumah warga pun disulap menjadi sebuah penginapan dadakan. Bahkan para turis asing telah sejak lama mem-booking hotel-hotel yang ada.

Lalu mengapa mereka rela jauh-jauh datang ke Indonesia untuk berburu gerhana matahari? Ternyata selain karena gerhana matahari total merupakan sebuah fenomena yang langka, tradisi berburu gerhana matahari telah ada sejak tahun 1851.

Gerhana matahari sendiri memang telah menjadi objek pengamatan yang menarik sejak zaman sebelum masehi. Akan tetapi baru pada tahun 1851 itulah tercatat sebuah ekspedisi besar yang secara khusus melakukan perburuan gerhana ke lokasi-lokasi yang dilintasi.

Pada waktu itu ratusan astronom berangkat ke Norwegia untuk melakukan pengamatan gerhana. Astronom asal Australia, David Rineke menyatakan sejak saat itu para astronom sudah melakukan perburuan gerhana matahari yang terjadi di dunia dengan lokasi yang dapat diakses.

James W. Gould dalam bukunya ‘Americans in Sumatera’ mengatakan kalau para pemburu gerhana tersebut juga telah datang ke Indonesia semasa masih berstatus Hindia Belanda 18 Mei 1901 silam. Saat itu terjadi gerhana yang cukup penting dikarenakan memiliki periode pengamatan terlama yakni selama 6,5 menit.

About admin